Cara Berbahagia Tanpa Kepala, Kisah Menggelitik nan Apik

Membaca judul buku ini tentunya akan membuat pembaca sedikit heran. Buku Cara Berbahagia tanpa Kepala ini memang menjadikan pembaca bertanya-tanya. Judulnya yang sedikit absurd ternyata sesuai dengan isi cerita di dalamnya. Meskipun demikian, pembaca akan dibawa dalam beberapa kisah lainnya yang akan membuat paham mengapa bahagia tanpa perlu kepala.

Novel ini merupakan karya dari Triskaidekaman. Penulis memberikan judul yang sedikit menggelitik tetapi apik dan dikemas dengan rangkaian cerita yang sangat berhubunngan dan kehidupan manusia. Tentu saja kalimat tersebut bukanlah makna sesungguhnya. Cara berbahagia tanpa kepala ini merupakan satu istilah yang nantinya akan dijelaskan dalam bukunya secara lebih lanjut.

Sempati yang Ingin Hidup Berbahagia Tanpa Kepala

Novel ini memiliki tokoh laki-laki bernama Sempati. Kehidupan Sempati tidak pernah berjalan mulus sesuai dengan apa yang diinginkannya. Salah satu kegagalan yang terjadi adalah ketika ia bermain judi. Ia terlibat dalam agen judi bola dan mengalami kekalahan. Ia kehabisan modal dan bangkrut. Atas segala hal yang terjadi padanya, ia merasa sangat lelah.

Pikirannya terus didatangi hal-hal rumit yang membuatnya makin pusing dalam menjalani hidup. Dengan berbagai permasalahan yang dihadapi, ia ingin sekali melepas kepalanya karena ia berpikir segala sumber masalah ada di sana.

Sempati memiliki bayangan bahwa ia akan hidup bahagia tanpa memiliki kepala dan bisa bebas ke manapun ia mau. Ia pun memutuskan untuk melepas kepalanya dan hidup sedemikian rupa. Tentu saja pembaca akan sedikit ngeri membayangkan bagaimana manusia hidup tanpa kepala bukan?

Melalui buku ini, pembaca akan dibawa dengan beberapa hal yang tidak masuk akal dan absurd. Meskipun demikian, kisah ini akan sangat berkaitan dengan kehidupan secara nyata. Kehidupan yang bahagia tanpa memiliki kepala. Penulis memberikan banyak cara dan gambaran bagaimana hidup dan berbahagia tanpa memiliki kepala.

Kisah Absurd tentang Cara Berbahagia Tanpa Kepala

Mendengar judul novel ini saja sudah membuat pembaca berpikir, lalu bagaimana dengan isi di dalamnya? Penulis menyajikan tulisannya dengan gaya bahasa yang unik. Ada sebagian kalimat yang disusun dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Sementara bagian lainnya, si penulis menyajikan kalimat dengan bahasa yang sulit untuk dicerna.

Banyak sekali kosa kata sulit yang ditemukan di dalam buku ini. Kosa kata sulit ini tentu saja karena bukan berasal dari bahasa sehari-hari. Dengan pemilihan diksi yang luar biasa ini, buku cara berbahagia tanpa kepala menjadi sebuah karya yang cukup dalam untuk dipahami.

Selain dengan bahasa yang agak absurd, di dalam buku cara berbahagia tanpa kepala ini juga disisipi beberapa rumus matematika. Sungguh aneh bukan? Tentu saja tidak, rumus di dalam sebuah karya sastra adalah sebuah seni, katanya.

Bagi yang pernah membaca buku katya Triskaidekaman yang lain, tentunya tidak akan heran jika ada rumus-rumus matematika di antara kisah fiksinya. Buku sebelumnya yang berjudul ‘Buku Panduan Matematika Terapan’ juga memiliki hal serupa. Meski judul buku ini seperti buku non-fiksi, sesungguhnya kisah di dalamnya adalah serangkaian cerita yang apik.

Kembali dengan buku cara berbahagia tanpa kepala. Triskaidekaman menginginkan pembaca membaca tiap bagiannya dengan teliti dan hati-hati. Pembaca tidak boleh melewatkan satu bagian pun agar tidak bingung ketika membaca di lembar berikutnya.

Tetap Bahagia Meski Tak Memiliki Kepala, Bagaimana?

Judul buku yang cukup fenomenal ini tentu saja membuat pembaca akan penasaran. Apakah makna yang dituliskan adalah makna yang sesungguhnya atau hanya makna implisit saja? Sebuah kebahagiaan adalah hal relatif, apakah dengan tanpa memiliki kepala adalah salah satu cara untuk berbahagia?

Triskaidekaman membagikan banyak tips yang menarik di dalam novel ini. Meski berupa novel dan disampaikan melalui cerita, ada banyak sekali pesan moral yang bisa diambil di dalamnya dan membuat pembaca akan makin hidup dengan bahagia.

Ada salah satu kutipan yang menarik di dalam buku ini yang bisa diambil maknanya secara jauh lebih dalam.

“Uang takkan pernah cukup. Waktu selalu saja lebih sempit daripada celana. Tubuh kita fana. Bagaimana solusinya? Tebang masalahmu, Bebaskan Kepalamu.” (Triskaidekaman, 2019).

Lagi-lagi kutipan menarik ini akan menimbulkan tanda tanya bagi pembaca. Bahasa yang absurd dan agak sulit untuk dicerna secara langsung justru membuat pembaca bertanya-tanya dan melanjutkan di lembar berikutnya.

Pada akhir kisah ini, penulis membawakan kisah cara berbahagia tanpa kepala dengan sebuah satu penyelesaian. Penyelesaian dari serangkaian kisah ini adalah pulang dan berdamai dengan banyak hal buruk yang terjadi.

Baca juga: Pemain Judi Profesional dalam Karya Sastra Legendaris Indonesia

Bagi pembaca yang sedang mengalami banyak masalah dan terjebak dalam quarter life crisis, buku ini tentu saja tepat untuk dibaca dan dimaknai insight di dalamnya. Buku dengan tebal 308 halaman ini akan membawakan sebuah pencerahan dari kisah Sempati. Seorang yang putus asa, terjebak bangkrut dalam judi online, hidup tanpa kepala, dan kemudian menemukan sebuah makna cara berbahagia yang sesungguhnya.

Scroll to Top