Imbas Pandemi COVID-19, Pendapatan Kota Macau Merosot Hampir 80%

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa makau adalah salah satu kota judi di dunia yang selalu ramai dengan wisatawan setiap tahunnya. Namun sepertinya halnya banyak bisnis lainnya, bisnis perjudian di kota Macau ini pun ikut terimbas oleh pandemi Covid-19.

Dilansir dari halaman detik.com, disebutkan bahwa pendapatan bisnis di kota macau selama setahun penuh mengalami anjlok parah. Tidak tanggung-tanggung, anjloknya pendapatan bisnis judi di kota ini mencapai 79,3%.

Anjloknya pendapatan salah satu destinasi wisata judi ini mencerminkan bahwa virus Covid-10 ini telah membatasi sektor wisata di seluruh dunia, termasuk tujuan kota Macau. 

situs judi online

Mengutip informasi dari halaman Reuters (1/1/2020), belum ada tanda pemulihan pendapatan di kota Macau. Data bulan Desember 2020 lalu juga menunjukan bahwa terjadi kemerosotan pendapatan mencapai angka 65,8%.

Meskipun mengalami kemerosotan pendapatan, level jatuhnya pendapatan dari kota Judi ini terbilang tidak terlalu parah dibandingkan dengan beberapa bulan terakhir. Pasalnya pada beberapa bulan terakhir, kota yang menjadi pusat permainan kasino terbesar di dunia tersebut mulai mendapatkan cukup banyak kunjungan dari China Daratan.

Menurut informasi dari pemerintah Macau, pendapatan bisnis judi di Macau pada bulan desember 2020 lalu hanya berhasil mencapai angka 7.8 miliar pataca atau setara dengan 13,69 triliun rupiah.

Meskipun pandemi COVID-19 ini memang menurunkan angka perjudian di sejumlah kota Judi. Namun terdapat fakta miris lain mengenai hal tersebut. Mengutip lansiran dari halaman viva.co.id disebutkan bahwa angka perjudian online justru melonjak tajam selama masa pandemi COVID-19 ini.

Tidak hanya itu, sejumlah perusahaan perjudian non daring juga mulai turut serta masuk ke ranah perjudian online. Hal tersebut menyebabkan semakin kompetisi di antara para perusahaan judi ini. Di lain sisi, hal tersebut membuat semakin banyak layanan perjudian online yang bertebaran di pencarian Internet.

Saat ini sendiri, telah sangat banyak situs perjudian seperti situs poker online , casino, slot machine dan lainnya yang berlomba-lomba memasarkan layanan judi mereka. Hal ini menyebabkan semakin tingginya angka kecanduan judi di seluruh negara, termasuk juga Indonesia.

Terkait dengan melonjaknya angka perjudian ini, banyak negara yang telah menerapkan kebijakan untuk membatasi praktik perjudian tersebut. Seperti di Belgia, pemerintah hanya memperbolehkan warganya untuk melakukan deposit perjudian maksimal 5000 euro setiap minggunya.

Scroll to Top